Faktor risiko kanker payudara. Faktor penyebab terjadinya kanker payudara secara pasti belum diketahui, akan tetapi faktor usia, genetik, siklus menstruasi, riwayat hormonal dan menyusui, kegemukan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan riwayat pemeriksaan radiologi thorax pada wanita berisiko kanker payudara dapat menambah kemungkinan terjadi kanker payudara. Usia. Berdasarkan hasil penelitian American Cancer Society, 96 persen dari usia penderita kanker di atas 40 tahun. Usia yang semakin bertambah memungkinkan wanita berisiko kanker payudara semakin tinggi terkena kanker payudara. Genetik. Jenis gen pada wanita berisiko kanker payudara merupakan faktor penyebab kanker payudara. Apabila wanita berisiko kanker payudara memiliki salah satu keluarga tingkat pertama (ibu atau saudara perempuan) terdiagnosa kanker payudara, maka wanita tersebut dua kali lipat memiliki kemungkinan terkena kanker payudara dibandingkan perempuan yang tidak memiliki riwayat keluarga kanker payudara. Siklus menstruasi. Siklus menstruasi memiliki keterkaitan dengan hormon estrogen. Wanita yang mengalami menarche pada usia 12 tahun atau kurang dan menopause dalam usia melebihi 55 tahun memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker payudara. Riwayat menyusui. Wanita yang menyusui bayinya memiliki risiko kecil terkena kanker payudara. Proses laktasi pada seorang wanita menyusui dapat mengendalikan hormon progesteron dan mengembalikan fungsi normal kelenjar payudara. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui hanya berpengaruh kecil, kecuali proses menyusui tersebut berlangsung selama beberapa tahun. Hormonal. Wanita berisiko kanker payudara yang sudah menikah dapat menggunakan hormon dalam kontrasepsi. Ketidakseimbangan hormon yang dimiliki (estrogen progesteron imbalance) dapat menyebabkan risiko kanker payudara. Kontrasepsi oral memiliki kandungan estrogen dan progesterone, apabila tidak dikontrol secara rutin ke tenaga medis maka dapat menyumbang sebagari factor risiko kanker payudara Efek estrogen dan progesteron yang tinggi di dalam tubuh seorang wanita akan menyebabkan proliferasi sel pada duktus ephitelium payudara. Proliferasi yang berlebihan menyebabkan tidak dapat dikendalikan apoptosis atau program pengaturan kematian sel dalam tubuh. Apoptosis yang tidak terprogram menyebabkan ketidakmampuan mendeteksi kerusakan sel. Hilangnya kendali mengakibatkan proliferasi pada sel-sel abnormal payudara terjadi terus menerus dan hilangnya pengaturan batas kematian sel. Kegemukan atau Obesitas. Obesitas merupakan dampak konsumsi nutrisi yang buruk dan salah satu faktor risiko tinggi terjadinya kanker payudara. Seorang perempuan yang mengalami kelebihan berat badan berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih tinggi dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Lebih lanjut lagi, obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara positif reseptor estrogen pascamenopause dan memperburuk subtipe kanker payudara. Wanita usia subur yang mengalami obesitas mengalami tingginya tingkat sirkulasi dan estrogen, perubahan jumlah adipokin, insulin yang terganggu, efek lokal dan sistemik sebagai faktor pencetus terjadinya. Ditambah dengan pola makan di negara Asia cenderung mengonsumsi makan yang berlemak dan obesitas dapat memperburuk faktor risiko kanker payudara. Wanita gemuk memiliki kadar estrogen tinggi karena aktivitas berlebihan dari jaringan adiposa, ekspresi sitokin pro-inflamasi yang berlebihan, resistensi insulin, hiperaktivasi faktor pertumbuhan seperti insulin, hiperlipidemia dan stres oksidatif. Hal tersebut menyebabkan reaksi sel yang berlebihan dan dapat berkontribusi pada perkembangan sel kanker payudara. Nutrisi. Asupan makanan tinggi lemak, paparan karsinogen dalam makanan memicu sel-sel kanker untuk tumbuh abnormal. Wanita yang mengonsumsi makanan tinggi lemak memiliki risiko terkena kanker payudara dua kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang mengonsumsi makanan sehat. Makanan tinggi lemak memengaruhi peningkatan estrogen dalam darah, estrogen yang tinggi memicu pertumbuhan abnormal sel kanker. Pengontrolan asupan nutrisi sehat diimbangi dengan tinggi vitamin D dalam jangka panjang dapat mencegah kejadian kanker dan dapat meningkatkan usia harapan hidup. Makanan memiliki zat gizi dan zat anti karsinogenik yang apabila dikonsumsi dapat melindungi seseorang dari kanker seperti sayur dan buah-buahan. Riwayat terpapar radiasi sinar-X. Wanita berisiko kanker payudara yang terpapar dengan radiasi dosis tinggi pada thorax memiliki kemungkinan terkena kanker payudara dua sampai tiga kali lebih tinggi. Paparan radiasi peng-ion seperti sinar-X dan predisposisi genetic menyebabkan mutasi gen. Kadar sinar-X pada penetrasi tinggi dapat menyebabkan lima sampai sepuluh persen dari semua jenis kanker.